Struktur Pengulangan dengan Menggunakan For dan While pada C++

Pada bahasa C++, kita mengenal struktur pengulangan dengan menggunakan kata kunci for dan while. Pengulangan itu sendiri merupakan suatu proses yang melakukan statemen-statemen dalam sebuah program secara terus menerus sampai kondisi loop yang ditentukan. Lalu, apa perbedaan antara penggunaan struktur pengulangan for dan while ? mari kita bahas bersama-sama penggunaannya.

1. Struktur for

Struktur for merupakan pengulangan yang digunakan untuk melakukan pengulangan yang diketahui banyaknya. Jenis struktur ini merupakan jenis yang paling mudah dipahami. Untuk melakukan pengulangan dengan jenis ini, kita harus mempunyai sebuah variabel sebagai indeks. Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwa tipe data yang digunakan sebagai variabel indeks haruslah tipe data yang memiliki urutan yang teratur. Misalnya tipe data int (0, 1, 2, 3, …) atau char (‘a’, ‘b’, ‘c’, ‘d’, …). Bentuk umum dari struktur for adalah sebagai berikut.

// Untuk pengulangan yang bersifat menaik (increment)

for (variabel = nilai_awal ; kondisi_stop ; variabel++)

{

statement_yang_akan_diulang;

}

// Untuk pengulangan yang bersifat menurun (decrement)

for (variabel = nilai_awal ; kondisi_stop ; variabel–)

{

statement_yang_akan_diulang;

}

Perlu diperhatikan juga bahwa jika kita melakukan pengulangan yang sifatnya menaik (increment), maka nilai awal variabel yang kita definisikan haruslah lebih kecil daripada nilai akhir yang dituliskan dalam ekspresi stop (kondisi stop). Begitu juga sebaliknya, jika kita melakukan pengulangan yang sifatnya menurun, maka (decrement) maka nilai awal harus lebih besar dari nilai akhir. Berikut contoh program yang menunjukkan pengulangan dengan menggunakan struktur for.

a.) Pengulangan yang sifatnya menaik (increment)

#include <iostream> // header
#include <conio.h>
using namespace std;

int main()

{
int C;
for (C=0;C<10;C++)
{
cout<<“Saya sedang belajar bahasa C++ “<<endl;
}

getch();
}
Jika kita jalankan program tersebut, maka akan nampak hasil seperti berikut.

struktur_for_menaik

b.) Pengulangan yang sifatnya menurun (decrement)

#include <iostream> // header
#include <conio.h>
using namespace std;

int main()

{
int C;
for (C=10;C>0;C–)
{
cout<<“Saya sedang belajar bahasa C++ “<<endl;
}

getch();
}
Jika kita jalankan program tersebut, maka akan nampak hasil seperti berikut.

struktur_for_menurun

Dari hasil tersebut dapat kita lihat keduanya menghasilkan output text yang sama. Hanya saja perbedaannya adalah sifatnya yang (a) menaik dan yang (b) menurun.

Contoh program dengan struktur for yang lainnya :

#include <iostream> // header
#include <conio.h>
using namespace std;

int main()
{
int C;
cout<<“CONTOH PENGULANGAN MENAIK”<<endl;

for (C=1;C<=10;C++)
{
cout<< C <<endl;
}

cout<<“CONTOH PENGULANGAN MENURUN”<<endl;

for (C=10;C>=0;C–)
{
cout<< C <<endl;
}

getch();
}
Jika kita jalankan program tersebut, maka akan nampak seperti berikut.

struktur_for

1.1. Struktur for Dengan Banyak Variabel
#include <iostream> // header
#include <conio.h>
using namespace std;

int main()
{
char X; //variabel X digunakan sebagai indeks
int Y; // Variabel Y digunakan untuk menampung nilai penjumlahan
int Z; // Variabel Z digunakan untuk menampung nilai perkalian

for (X=’a’,Y=0,Z=1;X<=’e’;X++,Y=Y+4,Z=Z*7)
{
cout<<“Nilai X = “<<X<<endl;
cout<<“Nilai Y = “<<Y<<endl;
cout<<“Nilai Z = “<<Z<<endl;
}

getch();
}

Hasil dari running program tersebut diatas adalah sebagai berikut.

struktur_for_multivariabel
Struktur for juga dapat melibatkan banyak variabel, namun salah satunya akan tetap digunakan sebagai indeks. Untuk lebih memahaminya, lihatlah contoh program berikut yang melibatkan tiga buah variabel X, Y, dan Z.

1.2. Struktur for Bersarang

Sama halnya seperti pada percabangan, struktur pengulangan dapat juga diterapkan pengulangan bersarang (nested looping).  Pengulangan bersarang (nested looping) maksudnya adalah pengulangan yang didalamnya ada pengulangan lagi. Bentuk umum dari struktur for bersarang adalah sebagai berikut.

for (variabel1=nilai_awal;kondisi1;variabel1++)

{

   for (variabel2=nilai_awal;kondisi2;variabel2++)

  {

      for (variabel3=nilai_awal;kondisi3;variabel3++)

     {

      } 

   }

}

Jika kita perhatikan bentuk umum diatas, dapat kita lihat bahwa pada setiap pengulangan pertama program akan menyelesaikan pengulangan kedua. Begitu pula pada setiap pengulangan kedua, program akan menyelesaikan pengulangan ketiga, begitu seterusnya. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh program berikut.

#include <iostream> // header
#include <conio.h>
using namespace std;

int main()
{
for (int j=1;j<=10;j++)
{
for (int k=1;k<=j;k++)
{
cout<<k*j<<‘ ‘;
}
cout<<‘\n’;
}

getch();
}
Jika kita jalankan program tersebut, maka akan nampak seperti berikut.

struktur_for_bersarang

2. Struktur while

Struktur pengulangan while adalah jenis struktur pengulangan yang melakukan pengecekan kondisi diawal blok struktur. Kita tahu bahwa pengulangan hanya akan dilakukan jika kondisi yang didefinisikan didalamnya terpenuhi (bernilai benar). Hal ini berarti jika kondisi yang didefinisikan tidak terpenuhi (bernilai salah) maka statement-statement yang terdapat pada blok pengulangan pun tidak akan pernah dieksekusi oleh program. Bentuk umum dari struktur pengulangan while adalah sebagai berikut.

while (kondisi)

{

statement_statement_yang_akan_diulang;

}
Untuk lebih jelasnya, berikut contoh program dengan struktur while yang sifatnya menaik.

#include <iostream> // header
#include <conio.h>
using namespace std;

int main()
{
int A; //variabel A sebagai indeks pengulangan
A = 1; // inisialisasi nilai A

while (A<=10)
{
cout<<“saya suka belajar C++”<<endl;
A++; //statement ini berguna untuk increment
//pengulangan dihentikan jika nilai A sudah lebih dari 10
}

getch();
}

Hasilnya akan nampak seperti berikut.

struktur_while

Perlu diperhatikan sekali bahwa untuk melakukan pengulangan dengan menggunakan struktur while, kita harus berhati-hati dalam menentukan inisialisasi nilai awal dan memanipulasi nilai tersebut supaya pengulangan akan berhenti sesuai yang diinginkan. Struktur while juga dapat melakukan pengulangan yang sifatnya menurun (decrement). Berikut contoh program yang akan menghitung nilai faktorial dari sebuah bilangan bulat.

#include <iostream> // header
#include <conio.h>
using namespace std;

int main()
{
int BIL;
int A;
long faktorial = 1;
cout<<“Masukkan bilangan yang akan dihitung : “;
cin>>BIL;
A = BIL;
cout<<A<<“! = “;
while (A>=1)
{
faktorial *= A; //bentuk singkat dari faktorial = faktorial * C
if (A!=1)
{
cout<<A<<” x “;
}
else
{
cout<<A<<” = “;
}
A–;
}
cout<<faktorial;
getch();
}
Jika kita jalankan, maka hasilnya sebagai berikut.

struktur_while_faktorial

Artikel-artikel terkait :

  1. Pengertian Array dan Contoh Program Menampilkan Array pada C++.
  2. Pengertian String dan contoh program menampilkan String pada C++.
  3. Manipulasi String dengan C++.
  4. Operator Binary (Aritmatik, Logika, Relasional, dan Bitwise).
  5. Struktur Percabangan If dan Switch..

Be Sociable, Share!

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *